Melanjutkan dari kisah sebelumnya
aku memegang tanganmu penuh getar..aku menyeka airmataku yang tak hentinya menetes..aku menatap mukanya dari samping..terlihat jelas mata yang mulai memerah dan berkaca kaca, seolah menyimpan rasa sedih yang mendalam..
sebagai adikmu, aku juga ingin melihat mas hidup bahagia kelak..entah dengan siapa pasangan mas nantinya, yang terpenting mas bisa menemukan kebahagiaan yang hakiki..bukan kebahagian yang terpaksa karena menutupi aib orang lain. tapi jika niat mas dari hati ingin menolong keluarga, ya monggo..tapi alangkah baiknya dipikir sekali lagi, ini bukan hanya persoalan keluarga, namun menyangkut masa depan mas..kalaupun akhirnya mas memutuskan menikahinya, apakah itu akan menjamin hidup mas bahagia kelak..mas orang yang baik, mas berhak mendapatkan pendamping yang baik pula..aku ga tau, apakah mas memang orang yang terpilih untuk menolong aib seseorang, aku juga tidak tau..cuma pesenku 1 mas, masa depan mas masih panjang, mas berhak memilih hidup untuk bahagia, mungkin dengan adanya masalah ini, mas diuji kembali untuk menjadi orang yang bisa tegas dalam mengambil keputusan, jangan biarkan mereka terlalu lama menunggu keputusan mas yang masih dalam kebimbangan, cepat ambil keputusan dan biarkan mereka memikirkan jalan lain, karena ini bukan tanggungjawab yang harus mas pikul sendiri.
dia diam sesaat, sesekali menatapku senyum.."terimakasih dek, kamu orang pertama yang mendukung keputusan mas, bahkan keluarga ku sendiri tidak mampu memberikan masukan untuk menguatkanku. mereka semua pasrah atas keputusanku, itu kenapa aku selalu bimbang" pungkasnya pelan
"aku pamit ya dek, aku tenangin diri dulu, semoga mendapat petunjuk" dia beranjak pelan dari kursinya,,"ati ati mas, ingat bahwa kebahagian ada pada keputusan mas sendiri, sambil senyum aku tetap berusaha menyemangatinya.."iya, insyaAllah" jawabnya lirih
beberapa hari kedepan, dia tidak ada kabar. terakhir 4 hari yang lalu berpamitan untuk pulang ke kampung halamanya. kemudian aku putuskan untuk menghubungi terlebih dahulu, aku menanyakan kabarnya sebagai awalan pembicaraan, tapi nampaknya dia tahu maksudku..kemudian dia membalas senyum dan menginformasikan bahwa dia sudah mengambil keputusan, meskipun sulit tetap harus disampaikan, dengan mantab dia menceritakan bahwa dia telah menolak perjodohan itu dan menyuruh keluarga sang gadis untuk mencari pria baik lain. "lalu apa reaksinya dari keluarganya mas" tanyaku penasaran, mereka bilang akan meminta pertanggungjawaban masku, bukan pertanggungjawaban untuk menikahinya, namun menyeretnya ke meja hijau..sontak aku kaget, tapi dia bilang sudah tidak ingin mengetahui masalah itu lebih lanjut, dan membuka lembaran baru dikota rantau, insyaAllah ke depan bakal diketemukan jodoh yang baik ya nduk "tuturnya lembut "amin amin amin Ya Robb"jawabku semangat
Semoga ini akan menjadi keputusan yang terbaik buat mas dan keluarga serta menjadi pelajaran penting untuk keluarga sang gadis ya mas, semoga kelak mas bisa menjadi pria yang tegas, kelak menemukan jodoh dan kebahagiaan yang hakiki..ambil hikmah dari masalah ini..pasti jalan ke depan akan semakin sulit, tapi itu lah namanya perjuangan hidup :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar