Siang itu, tepat pukul 10.30 kamu datang menemui ku..dengan wajah layu seolah tak bertenaga, kamu tetap mencoba tersenyum meskipun aku tau, kamu sedang dalam keadaan tidak sehat.
Aku mempersilahkan kamu masuk dan duduk diruag tamu..beberapa menit sempat hening suasana..akupun mulai membuka percakapan, sekedar menanyakan kabar sebagai bentuk basa basi sebelum kamu kuat untuk mulai bercerita tentang kisah yang sudah kamu janjikan semalam.
Minggu depan aku disuruh nikah dek,,kamu mulai membuka percakapan serius..dan aku mencoba menjadi pendengar setia terlebih dulu hingga kamu selesaikan ceritamu
Aku dijodohkan dengan seorang gadis cantik dikampungku..anak dari keluarga priyayi.."bagus itu" timpalku..tapi mereka minta aku segera menikahinya..dengan alasan bapaknya sakit keras dan ingin segera melihat anak gadisnya menikah dengan pria baik..dan aku yang disodorkan oleh keluarga bude ku sebagai calon pria baik untuk gadis cantik itu.
Awalnya aku tidak berfikir negatif..secara mereka sudah punya niatan baik untuk mencarikan gadis baik guna pendamping hidupku kelak, namun lambat laun aku serasa dikejar deadline hanya untuk menikahi gadis tersebut
Dia memang gadis yang cantik, kalem dengan tutur kata yang lembut..profesi sebagai guru disalah satu sekolah agama membuat saya terpikat bahkan sedikit minder karena kondisi saya yang hanya dari keluarga biasa.
Hampir tiap hari, aku dihubungi sepupuku untuk meminta kepastian atas kesanggupanku guna mengiyakan menikahi gadis itu dalam waktu dekat..aku minta waktu untuk bermusyawarah dengan keluarga ku dulu dirumah, namun seolah sepupuku makin mendesak untuk segera menyetujui perjodohan itu *masih menyimak
3 hari berlalu, aku mulai berkomunikasi dengan salah satu kerabat dari sang gadis,,mereka memang baik dan membuka jalan yang lebar untuku segera melamar adiknya,,rasa penasaranku mulai tinggi..sebenarnya ada apa dibalik ini semua..kenapa semua orang seperti mendesakku untuk segera menikahi gadis itu yang notabene masih tergolong muda...bahkan aku belum mengenalnya jauh..
Kala itu aku menjawab untuk ta'aruf terlebih dahulu..tapi pihak keluarga sang gadis dan sepupuku terus mendesakku untuk segara mengambil keputusan..
Aku mulai membuka komunikasi dengan sang gadis..aku ingin menanyakan latar belakang serta kesiapan lahir batinnya jika memang berkenan untuk diperjodohkan dengan lelaki dengan kehidupan yang sederhana ini..tapi jawaban yang keluar kala itu..dia menjelaskan bahwasanya karena dalam keadaan terpaksa sehingga berkenan untuk dinikahkan denganku..itu sungguh jawaban diluar nalarku..aku berhenti bicara, namun ketika gadis itu menanyakan kesiapanku menerima dia dalam kondisi apapun..dia bilang ikhlas..aku kaget dengan kalimat terakhir yang dia lontarkan..aku bertanya..adakah sesuatu yang disembunyikan dari perjodohan ini?dan dy menjawab polos..cobalah kau tanyakan hal itu dengan kang mas mu *sepupuku
Kondisi menjadi hening seketika,,banyak pertanyaan yang berkecamuk kala itu..apa yang sebenarnya terjadi..dan kenapa aku harus didesak untuk menikahinya dalam waktu dekat..
esok hari kuputuskan untuk segera pulang dan berembuk dengan keluarga besar untuk membahas hal ini..ternyata hal yang tak terduga justru telah terjadi sebelumnya..sang gadis telah menemui ibuku 2 hari yang lalu..aku melihat senyum kebahagian yang terpancar dari ibu..seolah dia ingin berkata "iya le, ibu setuju"..tapi ibu hanya bilang, semua keputusan ada ditanganmu le..karena kelak kamu yang bakal menjalaninya"
Pagi itu, aku dijemput oleh keluarga bude ku..berikut mas sepupuku yang notabene pelopor dari pejodohan ini..dirumah itu..semua keluarga besar budeku berkumpul..aku duduk seolah sedang dalam kondisi persidangan..aku didesak untuk segera memberi jawaban atas kepastian bahwa aku wajib dan harus menikahi gadis pilihan mereka itu..aku diam sesaat dan berfikir keras..pasti ada hal yang terjadi dibalik rencana perjodohan ini...dan ternyata benar..mereka mulai membuka pembicaraan..bahwa sang gadis sedang dalam kondisi hamil 2 bulan..hal itu lah yang membuat keluarga mereka begitu mendesakku untuk segera menikahinya..saat ini aku shock berat..badanku lemes seolah tak bertenaga..kepalaku tiba tiba pusing dan mataku mulai berkaca kaca..kenapa aku yang harus menikahi gadis dalam kondisi hamil..kenapa aku yang bertanggungjawab atas kelalain perbuatan sang gadis itu, kenapa aku yang dijadiin tumbal..otakku mulai berkecamuk memprotres diri dan merasa menjadi manusia terbodoh kala itu.
Mas sepupuku berjalan mendekatiku..lalu mengajaku memasuki kamarnya..dia bercerita bahwasanya gadis itu hamil karena diperdaya teman yang dikenalnya dari facebook..hingga dia hamil..dan sang pria itu lari tanpa jejak..kamu adalah orang yang mas percaya bisa membantu kesulitan hidup dan masa depan sang gadis..kamu pria taat dan baik..aku percaya bahwa kamu sanggup melakukannya. Ingin rasanya otaku menolak dari keadaan namun hati ku masih memiliki rasa iba terhadapnya..mas sebagai ustad tidak tega untuk tidak membantu masalah gadis itu yang notabene berprofesi sebagai ustadzah..kamu adalah pejuang islam..penyelamat nama pesantren dan keluarga besar mas.
Sore itu aku pulang dalam kondisi lemas..rasanya pupus sudah harapan untuk membina keluarga yang saya idamkan sebelumnya..bebanku cuma satu, apa yang harus saya jelaskan kepada orang tua ku perihal ini..aku yakin mereka akan kecewa melebihi rasa kecewa ku ini.
Aku terdiam duduk diantara ibu dan kakak berikut suaminya..mereka mendengarkan penjelasanku tanpa memotong sedikitpun..ketika aku selesai berbicara..ibu cuma bisa diam menundukkan kepala..kakakku menyentuh lembut tanganku sambil berkata lirih "ya Allah le,,kamu nyenggol perempuan aja ga pernah..kok malah mau menikahi seorang gadis yang kondisinya sudah hamil" aku melihat mereka hanya diam seperti tak mampu berkata apapun..kakak iparku yang selama ini mampu bersikap tegas, sore itu hanya diam mambisu.
Esok hari sebelum aku menemui keluarga besar dari sang gadis..ibu sempat berbicara lirih..:istiharah le,,semoga dapat petunjuk dari Sang Khalik..dan kakak ipar menimpali sembari menyentuh bahu kecilku..kamu memiliki tanggungjawab yang besar dalam hal ini..bukan hanya keluarga besar tapi juga menyelematkan pesantren..aku menunduk tanpa mengangguk..karena aku masih bimbang.
Aku mulai menaiki motor bututku menuju rumah sang gadis..dari ujung gang sudah terlihat banyak mobil berjejeran disertai bodyguard yang berdiri tegap berjaga-jaga depan pagar rumah itu..aku sempat minder ketika memasuki rumah bergedong tinggi itu..terlihat ayah dan ibu dari sang gadis keluar menyambut hangat kedatanganku..aku mulai curiga karena tidak melihat sang ayah dalam kondisi sakit, bahkan terlihat sangat sehat untuk ukuran laki laki seusianya..benakku mulai berfikir negatif.."sepertinya aku terjebak ini"...aku sempat melihat gadis itu tersenyum manis membalas tatapanku..namun aku hanya tersenyum kecut.
"Gimana le, sudah siyap"? tanya sang bapak tanpa basa basi..kamu ndak usah mikir macem-macem..kamu tinggal bilang iya..kita udah persiapkan semuanya..kamu terima beres..kemudian bawa anaku tinggal bersamamu di kota rantau..sudah saya siyapkan rumah disana..seketika itu saya merasa tidak nyaman,,saya seperti menjual harga diri demi menikahi sang gadis yang notabene belum saya kenal dekat..saya mencoba menjawab untuk meminta waktu guna berfikir..nikah itu ibadah, saya tidak mau gegabah dan terburu buru dalam menyiapkannya..mohon bisa menunggu kurang lebih 1 minggu kedepan, nanti saya kabarin lagi.
Sepulang dari sana, aku memutuskan untuk menemui mas sepupuku, ketika aku masuk ke kamarnya tanpa sengaja aku mendengarkan pembicaraan masku melalui telp selular..terdengar pembicaraan yang hangat sambil memanggil nama gadis itu dengan sebutan sayang..aku mulai curiga..namun aku menahan diri hingga pembicaraan mereka selesai..setelah masku menutup telp dan keluar kamar, dia terperanjat kaget melihat kehadiranku sudah di depan pintu kamarnya..aku melihat gelagat yang tidak wajar..aku melihat lekat lekat matanya..kemudian dia tersenyum kecut berusaha menyembunyikan kekhawatirannya atas hadirku.
Kenapa kamu datang tanpa memberi kabar sebelumnya, kan bisa mas jemput le? gimana, sudah ketemu sama calon mu? "tanya nya mencoba untuk mengalihkan perhatian.."apa yang sebenarnya terjadi mas, apakah masih ada hal yang kamu sembunyikan dariku" tanyaku penuh curiga..aku gak ikhlas kalo masih ada yang kamu tutupin mas, sudah keluarkan saja semua hal yang masih kamu sembunyikan..sorot mataku semakin tajam menatapnya..kemudian dia memelukku sambil sesenggukan..dia bilang maaf le, bukan maksud hati mau menyakitimu, aku khilaf waktu itu..tapi aku percaya cuma kamu yang bisa menyelamatkan nama keluarga dan pesantren...kali ini aku hampir pingsan mendengar kenyataan ini..bahwa ternyata pelakunya adalah mas sepupuku sendiri
*bersambung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar