Buat Pedrosa untuk Honda
Dani Pedrosa belakangan diisukan akan gabung Ducati. Untuk sementara Pedrosa menampik kans tersebut guna memberi Honda satu peluang lagi untuk mengantarnya ke tahta juara dunia.
Mulai berkompetisi untuk Honda di kelas MotoGP semenjak tahun 2006, capaian terbaik Dani Pedrosa sejauh ini adalah mengakhiri musim di posisi dua. Raihan itu dia buat di tahun 2007 atau pada musim keduanya di tim tersebut.
Selebihnya, Pedrosa yang pernah juara dunia tiga kali --sekali di 125 cc dan dua kali di 250cc-- bersama Honda itu hanya finis di posisi lima (tahun 2006), posisi tiga (2008) dan tempat nomor empat yang sementara dia saat ini.
Artinya, rider 24 tahun itu masih harus puas ada di belakang duo Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, serta Casey Stoner dari Ducati. Namun, Pedrosa tetap ingin memberi kepercayaan kepada Honda alih-alih hijrah demi memenuhi mimpi jadi kampiun MotoGP.
"Saya pikir hubungan baik saya dengan Honda sudah berjalan selama tahunan sehingga saya pikir memberi satu kesempatan lagi untuk saya dan mereka tidaklah mengapa. Saya tetap di Honda karena percaya mereka akan bisa lebih oke lagi," tukas Pedrosa di
MCN.
Keyakinan terhadap Honda itu juga sudah diwujudkan Pedrosa dengan penandatangan kontrak baru untuk satu tahun ke depan. Tapi keyakinan ini tidak penuh melainkan bersyarat. Jika dalam satu tahun Honda dinilainya tak cukup oke, Pedrosa siap menguak peluang untuk membela tim lain.
"Masa depan akan menjawab apakah itu (jadi juara dunia) memungkinkan, tapi jika memang nanti tidak bisa menunggangi motor (Honda) yang lebih baik, maka di masa depan saya akan menelaah opsi lain. Tapi saat ini saya masih yakin dengan Honda," tegas dia.
--> apapun itu..buat Pedrosa tetep cayo..smangad buat jadi juara MotoGP taun berikutna
Lorenzo Untuk Yamaha
Jorge Lorenzo memang gagal membendung Valentino Rossi ke tampuk juara dunia MotoGP 2009. Tapi Rossi sendiri mengirim ucapan salut untuk rival sekaligus rekan setimnya itu.
Di MotoGP Malaysia, Minggu (25/10/2009), Rossi memang cuma finis di posisi ketiga di belakang Casey Stoner dan Dani Pedrosa. Tetapi hasil itu sudah cukup mengantar pembalap 30 tahun itu jadi juara dunia.
Dengan nilai 286, koleksi poin Rossi sudah tidak mungkin terkejar oleh Lorenzo yang baru mengumpulkan 245 angka dengan cuma satu seri tersisa di Valencia dua pekan mendatang.
Kelihatannya saja mudah. Rossi sendiri mengakui bahwa keberhasilannya merebut juara dunia nomor tujuh di kelas primer (nomor sembilan di semua kelas) itu melalui perjuangan berat.
Lorenzo yang berstatus rekan setim di Yamaha telah menjelma menjadi rival tersengit Rossi. Walau akhirnya berhasil menjinakkan Lorenzo, Rossi tetap salut pada pemuda Spanyol itu.
"Sepanjang musim, saya mendapatkan banyak rival, khususnya Jorge, rekan setim saya. Dia terus menempel saya. Kami bertarung ketat dan menjadi rival sengit, jadi selamat buatnya," kata Rossi di
Autosport.
Lorenzo memang layak mendapat salut Rossi. Berbekal teknik prima dan nyali besar, pemuda 22 tahun itu sanggup menyaingi Rossi yang jauh lebih senior.
Hanya saja, kecerobohan masih mewarnai kiprah apik Lorenzo. Empat kali juara dunia 250 cc dua kali itu tak merampungkan lomba. Yang terakhir, ia keluar trek di Australia di lap pertama.
Bila kecerobohan dan emosi yang belum terkendali itu bisa diperbaiki, barangkali Lorenzo akan dapat lebih baik dalam menyaingi Rossi.
info by : detikSport.com