Kamis, 11 Februari 2010

Benci untuk mencinta














Benci untuk mencinta...mungkin kata itu yang paling tepat untukku saat ini. pelan tapi pasti ku jalani hubungan ini dengan banyak resiko yang kuambil. dari mulai kusampingkan statusnya, keluarganya skalipun umurnya yang mungkin hanya terpaut beberapa bulan dariku. tapi hal ini tak membuatku mundur, terlebih desakan kerabat terdekat yang slalu berupaya untuk mempengaruhiku bahwa pilihan mereka adalah yang terbaik. terkecuali keluargaku yang slalu mendukung penuh atas keputusanku.
terimakasih Tuhan,,engkau tlah mempertemukan orang yang sebaek dia, sesabar dia, sehingga sampai saat ini aku masih mampu berjalan berdampingan dengannya.

Dimulai dari sini, satu..dua bulan masih lancar.. ketika mulai memasuki bulan ketiga ini, terasa banyak sekali cobaan dariku. aku yang terlalu terpaku dengan omongan-omongan mereka, ku tilik lagi beberapa sikap buruknya yang mulai tak kusukai. kata seorang teman bahwa pacar itu kn bs jadi temen, sahabat, kakak, adik, sodara, bapak, de el el...tapi sayang, tak ada dia diantara itu..hanya sebagai teman dan adik..itu bahkan ga spesifik..aku butuh sosok yang lebih dewasa, lebih mengerti aku...astagfirlahhh apittt..*selalu mengeluh dan mengharapkan hal-hal yang lebih* its me, sifat burukku yang masih belum bisa kuhilangkan, tapi dia terima itu. dia menerima aku apa adanya, tapi kenapa aku masih saja seperti ini

ketika aku bilang cinta, namun slalu terurai air mata, menangis karena jengkel atas sifatnya yang tk peduli, menangis karena takut kehilangan, menangis karena kesel...tapi apakah ini bisa dikatakan aku menangis karena cinta,,, tak pernah kurasakan serapuh ini, benteng yang kokoh ini mulai rentan, tak pernah kurasakan sesakit ini sejak 6 th yang lalu. ketika aku ditinggalkan oleh orang yang benar2 aku cintai. apakah itu yang menjadi alasan, kenapa aku begitu rapuh, begitu takut kehilangan seseorang yang benar2 ku cintai sekarang ini. tapi aku tak suka rasa seperti ini, aku benci menjadi cengeng..dan aku mulai sering menangisi hal-hal yang ga penting. apakah itu cinta, bilamana dia sering membuatku menangis, apakah aku yang kurang bersyukur atas apa yang tlah kupunya sekarang ini, ato dia terlalu baek untukku sehingga aku merasa tak layak untuk bersanding dengannya

just hate for love....i dont think so...
and now...love must go on.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar